Senin, 01 Februari 2016

DAPAT BARIS-BERBARIS (SKU Penggalang Ramu point 26)

DAPAT BARIS-BERBARIS

Baris-berbaris merupakan latihan gerak dasar yang mewujudkan penanaman disiplin, rasa persatuan dan kebersamaan serta rasa keindahan.
Aba-aba dalam berbaris ada tiga yaitu (1) aba-aba petunjuk, (2) aba-aba pelaksanaan dan (3) aba-aba peringatan.
Maksud dari dilakukannya baris-berbaris/berdiri dalam barisan yaitu untuk memudahkan pengawasan dan penertiban anggota, pembagian jatah secara merata, menghitung jumlah anggota.
Bentuk-bentuk dari barisan ada bermacam-macam yaitu barisan bentuk deret, bentuk angkare, bentuk lingkaran besar dan kecil, bentuk setengah lingkaran (tapal kuda), bentuk terbuka, bentuk panah, bentuk perlombaan, bentuk selat (gapura), bentuk selat balik, bentuk roda dan bentuk berbanjar/saf.
Jadi, untuk menuju Penggalang Ramu, maka seorang calon anggota Penggalang Ramu harus mampuh untuk melakukan baris berbaris.

SELALU BERPAKAIAN RAPI DAN MEMELIHARA KESEHATAN DAN KEBERSIHAN DIRI SERTA LINGKUNGANNYA (SKU Penggalang Ramu point 25)

SELALU BERPAKAIAN RAPI DAN MEMELIHARA KESEHATAN DAN KEBERSIHAN DIRI SERTA LINGKUNGANNYA

Seorang calon Penggalang Ramu harus membiasakan diri untuk selalu berpakaian rapi dan memelihara kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungannya.
Seseorang yang selalu berpakaian rapi mencerminkan kepribadian diri yang rapi pula, dan orang lain yang melihatnya pun memiliki penilaian yang positif terhadap orang yang berpakaian rapi tersebut. Sebaliknya, orang yang berpakaian tidak rapi cenderung penilaian dari orang yang melihatnya selalu negatif, seperti penilaian layaknya kepada anak yang nakal. Dan memang yang terjadi di lingkungan masyarakat pada umumnya seperti itu, walaupun dalam kenyataannya tidak semua orang yang berpakaian tidak rapi memiliki akhlak yang tidak rapi pula, ada orang yang berpakaian rapi tapi diniatkan untuk menipu orang lain agar orang lain percaya dengan dia seakan-akan dirinya orang baik-baik padahal itu merupakan topeng yang licik, sehingga dia dapat melancarkan niat buruknya dengan mudah.

Tapi, akan lebih baik jika kita upayakan untuk membiasakan diri untuk selalu berpakaian rapi agar orang lain yang melihat kita tidak memiliki fikiran suudzon melainkan husnudzon kepada kita, sehingga perilaku berpakaian rapi kita mencegah orang lain berbuat dosa karena Suudzon. Dan semoga dengan membiasakan diri dengan berpakaian rapi menjadikan sebagai ladang amal ibadah kita.
Selain dituntut untuk berpakaian rapi, seorang calon anggota Penggalang Ramu dituntut pula untuk dapat menjaga dan memelihara kebersihan pada diri sendiri dan lingkungannya.
Agama mengajarkan, khususnya Islam bahwa “Kebersihan Sebagian Dari Pada Iman”. Jelaslah sudah bahwa kalau kita tidak bisa memelihara kebersihan sebagian Iman kita dipertanyakan.
Dengan menjaga dan memelihara kebersihan maka budaya hidup sehat dapat tercapai. Mustahil kita dapat hidup sehat kalau lingkungan kita kotor. Ada slogan yang mengatakan bahwa “Di Dalam Tubuh Yang Sehat Terdapat Jiwa Yang Kuat”. Dengan memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan, selain tubuh kita sehat maka jiwa (rohani) kita pun kuat, karena di lingkungan yang bersih kita menjadi nyaman untuk tinggal, tenang dalam beribadah, harmonis dalam kehidupan sehingga tidak terjadi stressor pada fikiran kita.
Yang di maksud dari menjaga dan memelihara kebersihan diri yaitu menjaga dan memelihara kebersihan anggota tubuh kita dari ujung rambut sampai ujung kaki. Intinya anggota tubuh kita harus bersih terhindar dari kotoran yang dapat menimbulkan penyakit, yang dibersihkan secara rutin dan teratur serta menyeluruh.
Sedangkan kebersihan lingkungan yaitu selalu menjaga dan memelihara lingkungan di mana kita berada dari kotoran (sampah) yang merusak keindahan dan dapat mengancam kesehatan. Di mana pun kita berada, maka lingkungan itu harus bersih, bukan sebaliknya malah kita menambah kotor tempat itu. Contoh lingkungan yang harus selalu kita jaga kebersihannya yaitu rumah, sekolah, tempat ibadah, tempat bermain kita sehari-hari dan tempat lain yang sekiranya pantas untuk dijaga kebersihannya.

MENGENAL MACAM-MACAM SANDI, ISYARAT MORSE DAN SEMAPHORE (SKU Penggalang Ramu point 24)

MENGENAL MACAM-MACAM SANDI, ISYARAT MORSE DAN SEMAPHORE

Pramuka identik juga dengan sandi, morse dan semaphore. Jadi seorang calon anggota Penggalang Ramu harus menguasai macam-macam sandi, morse dan semaphore.
Pada kesempatan ini, penulis tidak memaparkan secara menyeluruh dari sandi itu sendiri, hal ini dikarenakan keterbatasan literatur/saduran dan juga keterbatasan pengetahuan dan keterampilan penulis pada segi sandi.
Menyimak dari alasan di atas, tidak menjadi alasan bahwa calon anggota Penggalang Ramu terus berupaya untuk mencari sumber yang lain untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan dalam bidang sandi ini.
1.       Sandi
Sandi adalah suatu kode rahasia, di mana kerahasiaannya hanya diketahui oleh sekelompok orang saja.
Dalam kegiatan Pramuka, Sandi digunakan pada saat melakukan hiking. Tujuan dari penggunaan Sandi adalah agar calon anggota Penggalang Ramu dapat melatih diri untuk dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Dalam penggunaan Sandi, kuncinya harus jelas terlebih dahulu.
Sandi banyak macam dan jenisnya. Adapun macam dan jenis Sandi itu terdiri atas Sandi Angka, Sandi Kanji, Sandi AN, Sandi AZ, Sandi Kotak 1 dan Sandi Kotak 2, Sandi Jam, Sandi Rumput, Sandi Udang, Sandi Kimia, Sandi AND dan masih banyak lagi sandi-sandi yang lainnya. Akan tetapi dalam kesempatan ini penulis tidak akan memaparkan secara keseluruhan dari tata cara penggunaan sandi tersebut, melainkan hanya sandi yang biasa dipergunakan dalam setiap iven kegiatan. Adapun sandi-sandi tersebut yaitu :





Sebelum menggunakan sandi kotak I ini perlu diketahui bahwa setiap hurup/abjad yang letaknya dekat garis batas maka hurup/abjad tersebut digantikan dengan bentuk garis yang ditempati hurup/abjad tersebut. Sedangkan hurup/abjad yang letaknya ke dua pada gambar dibubuhi tanda titik. Adapun contoh penggunaannya sebagai berikut :



Pada penggunaan Sandi Kotak II ini hampir sama dengan tata cara penggunaan Sandi Kotak I, hanya saja urutan huruf yang ketiga pada gambar nanti dibubuhi dua buah titik. Adapun contoh penggunaannya sebagai berikut :

       f.       Sandi Udang
Sandi Udang yaitu Sandi yang cara penggunaannya atau membacanya dimulai dari belakang. Sandi ini disebut Sandi Udang karena udang kalau berjalan itu mundur sehingga memiliki kesaamaan terhadap penggunaan Sandi ini yaitu dibaca mundur atau dari belakang. Contoh penggunaannya yaitu  : dewan penggalang

     g.       Sandi A N D
Penggunaan Sandi ini yaitu setiap ada tulisan atau kata AND maka harus dicoret atau tidak usah dibaca. Contoh penggunaannya yaitu :



2.       Isyarat Morse
Kata Morse sebenarnya berasala dari nama seorang bangsa Amerika yang menemukan sebuah cara agar setiap manusia dapat saling berhubungan. Cara tersebut ditemukan pada tahun 1837, akan tetapi pada tahun 1851 dalam Konferensi Internasional baru diterima dan dipergunakan oleh seluru dunia.
Dari semboyan Morse ini, selain dipakai untuk merahasiakan berita, juga dapat diharapkan untuk melatih para Pramuka menjadi cerdas, trampil, tajam alat indera.
Semboyan Morse dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik itu dengan cara melalui suara, sinar/cahaya, dan tulisan.
Semboyan Morse Melalui Suara. Umpamanya suara peluit, radio, pukulan alat dan lain sebagainya. Untuk jenis suara ini diusahakan dapat didengar oleh penerima pesan (komunikan) tapi dengan keadaan yang sunyi.
Semboyan Morse Melalui Sinar/Cahaya. Umpamanya sinar/cahaya lampu, senter, stormking dan lain-lain. Pada semboyan ini sinar/cahaya yang dikirim oleh pengirim cahaya/sinar (pengirim pesan/Komunikator) usahakan sinar/cahayanya dapat diterima oleh penerima pesan (komunikan).
Semboyan Morse Melalui Tulisan. Yaitu dengan menggunakan titik ( . ) dan strip ( - ). Untuk memudahkan dalam penggunaan semboyan Morse melalui tulisan dapat dipelajari dengan langkah sebagai berikut :
-          Semboyan yang terdiri dari titik saja
E   =   .
I    =   . .
S   =   . . .
H  =   . . . .
-          Semboyan yang terdiri dari strip saja
T     =   -
M    =   - -
O     =   - - -
KH  =   - - - -
-          Semboyan yang tidak berlawanan
C  =  - . - .
J  =  . - - -
Z  =  - - . .
-          Semboyan yang berlawanan
A  =  . –                                                 N  =  - .
U  =  . . –                                               D  = - . .
V  =  . . . –                                             B  = - . . .
W  =  . - -                                              G  = - - .
Y  =  - . - -                                              Q  = - - . –
-          Sandwiches
K  = - . –                                  R  = . - .                P  = . - - .                   X  = - . . –
-          Semboyan Morse untuk angka/nomor
1  = . - - - -                                            6  = - . . . .
2  = . . - - -                                            7  = - - . . .
3  = . . . - -                                             8  = - - - . .
4  = . . . . –                                            9  = - - - - .
5  = . . . . .                                      0/10 = - - - - -
-          Semboyan Morse untuk aba-aba
Berkumpul                          = . . . . . . . . . . tak terbatas
Berpisah                              = - - - - - - - - - - tak terbatas
Bahaya                                 = . - . - . - . - . - . – tak terbatas
Berhenti                              = .
Balik kanan                         = . . .
Siap/awas                           = -
Tunggu                                 = . - . . .
Lari                                         = . - - .
Istirahat di tempat           = - . . - -

3.       Semaphore
Semaphore adalah suatu cara untuk mengirim dan menerima berita dengan memakai dua buah bendera. Adapun masing-masing dari bendera tersebut berukuran 45cmX45cm dengan warna merah dan kuning. Warna merah harus dipasang dekat dengan tangkainya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini :


Mengirim dan menerima berita dengan Semaphore hanya dapat dilakukan pada jarak lebih kurang 200 meter atau sampai sejauh bendera Semaphore tersebut dapat dilihat oleh mata. Dalam menyampaikan berita dengan isyarat Semaphore, usahakan posisi kita berada pada tempat yang terang/jelas dan jangan terhalang oleh sesuatu yang dapat menghalangi pandangan mata.
Untuk si pengirim berita (komunikator) sebaiknya dilakukan oleh dua orang, dengan masing-masing tugasnya yang satu membacakan isyarat dan yang satu lagi memberi isyarat dengan bendera Semaphore. Demikian juga untuk penerima berita (komunikan) alangkah baiknya dilakukan oleh dua orang, dengan masing-masing memiliki tugas yang satu menterjemahkan makna pengiriman berita dan yang satu lagi menulis berita pada media tulis.
Sikap pengirim dan penerima pesan adalah seperti orang yang sedang istirahat di tempat, yaitu di mana lebar kaki berjarak sama dengan lebar bahu. Demikian juga dengan memegang tangkai bendera Semaphore seolah-olah tangkai semaphore itu sambungan dari tangan kita.
Adapun cara pengoprasian isyarat Semaphore dapat dilihat pada gambar di bawah ini

















DAPAT MENJELASKAN KOMPAS, MENAKSIR TINGGI DAN LEBAR (SKU Penggalang Ramu point 23)

DAPAT MENJELASKAN KOMPAS, MENAKSIR TINGGI DAN LEBAR

Bentuk sederhana dari kompas adalah sebuah jarum (atau juga bisa menggunakan silet) yang kita beri muatan magnet (menggosok-gosokkan sebuah magnet di sepanjang jarum secara searah) lalu diletakkan di permukaan air (supaya mengapung kita bisa tusukkan ke sebuah gabus), maka secara otomatis jarum itu akan menunjuk ke arah utara dan selatan.
Begitulah cara kerja kompas, jarum kompas akan selalu menunjuk arah utara dan selatan bumi (bagian yang diberi warna pada jarum kompas biasanya menunjukkan arah Utara). Dimanapun kamu berada, jarum kompas selalu menujuk ke arah utara-selatan. Selanjutnya setelah kita mengetahui arah utara dan selatan tentu kita mengetahui pula mana arah barat dan timur.
Kompas belumlah cukup membantu, akan tetapi kita harus memiliki selembar peta. Dengan membuka peta dan mengamati dua atau tiga lokasi mencolok yang berada di sekeliling kita, lalu mencocokkan dengan yang tergambar di peta maka kita akan mengetahui posisi kita, kompas akan membantu kita dalam menentukan posisi lebih pastinya.
Kompas juga membantu kita dalam menentukan kemana tujuan kita. Pesawat terbang, kapal laut tidak memiliki jalan/rute khusus seperti halnya jalan mobil atau kereta api, sehingga mereka menggunakan kompas sebagai pemandu arah tujuan. Dengan begitu pilot dan nahkoda dapat melakukan perjalanan di malam hari sekalipun tanpa harus melihat jalan.
Bentuk kompas yang lebih modern adalah GPS (Global Position System) yaitu alat yang langsung dapat menunjukkan posisi kita di permukaan bumi dengan bantuan satelit yang berada di atas kita. GPS yang lebih canggih juga menyertakan peta di dalam alatnya, sehingga tanpa peta, tanpa kompas, kita bisa menggunakan GPS untuk mengetahui posisi kita dan tujuan kita.
Untuk menaksir tinggi dan lebar dapat diperhatikan penjelasan dan tatacara dari tahap-tahap menaksir  itu sendiri yaitu :
Menaksir adalah meng-agak-agak atau mengkira-kira. Oleh karena itu, apabila hasilnya berselisih sedikit maka hasil penaksiran tersebut dianggap benar.
Hal-hal yang biasa ditaksir yaitu seperti (1) menaksir lebar, (2) menaksir tinggi, (3) menaksir arah mata angin.
Menaksir Lebar. Misalnya kita akan menaksir lebar sungai. Adapun tata cara menaksir lebar yaitu dapat dilakukan dengan cara (a) pilihlah objek yang ada di seberang sungai, lalu objek tersebut diberi tanda A, (b) tempat berdiri kita jadikan sebagai titik B, (c) buatlah sudut 90O dengan berjalan ke arah kiri sebanyak X langkah lalu tempat berhenti itu sebagai titik C, (d) lanjutkan langkah ke arah kiri lagi sebanyak ½ langkah lalu beri tanda D, (e) dari titik D buatlah sudut 90Olalu bergeraklah mundur sambil mengintai ke titik A dan titik C sampai titik A dan titik C berada pada satu garis lurus, (f) dengan demikian lebar sungai AB = 2 kali lebar DE.

Menaksir Tinggi. Misalnya kita akan menaksir tinggi pohon. Adapun tahap-tahap untuk menaksir tinggi pohon tersebut yaitu (a) tentukan tepat di bawah pohon yang akan kita ukur sebagai titik A dan ujung atau puncak pohon sebagai titik B, (b) lalu dari titik A melangkahlah sebanyak 11 langkah (kalau menggunakan langkah kaki) atau ukurlah sejauh 11 meter (kalau menggunakan alat ukur) dan setelah itu beri tanda D, (c) pada titik D mintalah bantuan kepada teman untuk me megang tongkat secara tegap, (d) dari titik D lanjutkan satu langkah lagi dan beri tanda C, (e) pada posisi C kita bidik ke arah puncak pohon atau titik B sehingga buatlah persepsi terdapat garis bidikan CB yang melewati tongkat yang dipegang teman anda di titik D, (f) tandai bagian tongkat yang dilalui garis CB kemudian beri tanda E, (g) dengan demikian tinggi pohon tersebut AB = 12 kali panjang DE.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 5 di bawah ini:

Selain menaksir tinggi pohon, ada juga menaksir tinggi objek yang lain dengan tata cara penaksiran yang berbeda juga. Sebagai contoh yaitu langkah-langkah menaksir tinggi tiang listrik yaitu (a) sediakan tongkat dan ukur panjangnya, misal panjang tongkat kita beri nama AB dengan panjang 160cm, (b) lalu kita tegakkan tongkat AB pada tempat yang terdapat sinar mataharinya sehingga tongkat tersebut membentuk bayang-bayang, anggap saja bayang-bayang tongkat tersebut adalah 20cm, (c) jadi perbandingannya yaitu 20:160 = 1:8, (d) setelah kita mendapatkan perbandingan antara panjang tongkat dan panjang bayang-bayang tongkat, langkah selanjutnya kita ukur panjang bayang-bayang tiang listrik yang akan kita taksir tingginya, misalnya didapat panjang bayang-bayang tiang listrik 120cm, (e) jadi panjang tiang listrik ditaksir dari panjang bayang-bayang tiang listrik dikalikan dengan hasil perbandingan antara panjang tongkat dengan panjang bayang-bayang tongkat, jadi didapat yaitu 120X8 = 960cm = 9,6 meter.










DAPAT MEMBUAT DAN MENGGUNAKAN SIMPUL MATI, SIMPUL HIDUP, SIMPUL ANYAM, SIMPUL TIANG, SIMPUL PANGKAL DAN DAPAT MENYUSUK TALI, MEMBUAT IKATAN SERTA MENYAMBUNG DUA TONGKAT (SKU Penggalang Ramu point 22)

DAPAT MEMBUAT DAN MENGGUNAKAN SIMPUL MATI, SIMPUL HIDUP, SIMPUL ANYAM, SIMPUL TIANG, SIMPUL PANGKAL DAN DAPAT MENYUSUK TALI, MEMBUAT IKATAN SERTA MENYAMBUNG DUA TONGKAT

Pramuka identik dengan tali menali/simpul-simpul. Maka pada point 22 ini, seorang calon anggota Penggalang Ramu harus bisa membuat dan menggunakan simpul-simpul, menyusuk tali, membuat ikatan dan menyambung dua tongkat.
Pada kesempatan ini, penulis tidak memaparkan secara gamblang dari simpul, menyusuk tali dan membuat ikatan, hal ini dikarenakan keterbatasan literatur/saduran dan juga keterbatasan pengetahuan dan keterampilan penulis pada aspek tali menali maupun pioneering.
Menyimak dari alasan di atas, tidak menjadi alasan bahwa calon anggota Penggalang Ramu terus berupaya untuk mencari sumber yang lain untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan dalam bidang tali-menali maupun pioneering ini.
1.       Simpul Mati
Simpul mati gunanya untuk menyambung dua utas tali yang sama besar dan tidak licin.
Adapun tatacara membuat simpul mati ini yaitu dapat dilihat pada gambar :


2.       Simpul Hidup
Simpul hidup berguna untuk mengikat dan dapat dilepaskan dengan cepat. Berikut gambar dari cara membuat simpul hidup :

3.       Simpul Anyam
Simpul anyam berguna untuk menyambung dua utas tali yang tidak sama besar dan dalam keadaan kering. Adapun tatacara membuat simpul anyam dapat dilihat pada gambar :




4.       Simpul Tiang
Simpul tiang berfungsi untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak dengan leluasa, misalnya untuk mengikat leher binatang agar tidak tercekik. Berikut adalah gambar tatacara membuat simpul tiang :


5.       Simpul Pangkal
Fungsi dari simpul pangkal yaitu untuk mengikat tali pada tiang melalui suatu ikatan. Berikut ini adalah gambar tatacara membuat simpul pangkal :

Untuk tata cara menyusuk tali, membuat ikatan dan menyambung dua tongkat belum dapat dijelaskan pada edisi ini, Insha Allah di lain kesempatan penulis akan mencoba menterbitkan buku kembali yang khusus mengkupas secara tajam tentang simpul-simpul, ikatan, menyusuk tali dan model-model pioneering yang lainnya.




















SDN 03 CINAGARA KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN BOGOR

SDN 03 CINAGARA KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN BOGOR